Juli 17, 2019

Bertindaklah Sesuai Posisi

Kutatap lembar tabel pembayaran uang gedung bagi anakku yang masuk di SMA Negeri Favorit. Pagi ini acara pertemuan orang tua murid baru. Di lembar itu kulihat deretan tabel, ternyata uang sumbangan dikaitkan dengan tingkat pendapatan orang tua murid. Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pula sumbangan yang wajib dibayarkan.

"Beda sama tahun lalu, tahun lalu gak kayak gini, sekolah langsung menetapkan jumlahnya," ujar salah satu orang tua murid berkomentar.

Perubahan ini memancing banyak reaksi. Orang tua murid baru berjumlah 844 berkumpul membahas masalah ini sebelum inti acara pengarahan dari kepala sekolah dimulai. Suasana bising seperti sekawanan lebah yang digusur sarangnya.

"Wah! Ini gampang, kita tulis pendapatan minimal saja, jadi kena sumbangannya sedikit," menurut salah satu ibu dengan dandanan menornya berkomentar, seolah mengajari kita untuk mengikuti pemikirannya. "Kan sekolah tidak bisa mencari tau sebenar-benarnya pendapatan kita," imbuhnya menyakinkan orang tua lain yang kelihatan bimbang. 

Kutatap sekali lagi lembar itu. Posisi pendapatanku ada pada tabel paling tinggi. Artinya aku harus menganggarkan sumbangan pada nilai tertinggi pula.

Benar juga apa kata ibu itu, aku bisa saja memanipulasi pendapatan. Tinggal minta struk gaji aspal (asli tapi palsu) dari salah satu klien. Beres. Pasti klien mau bantu mengingat hubungan baik selama ini. Lumayan menghemat sumbangan. Selisihnya bisa buat biaya yang lain. Lagian isian ini tidak punya daya paksa, karena anakku sudah dinyatakan diterima sebagai siswa baru, bahkan sudah mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Gak mungkin dikeluarkan gara gara jumlah sumbangan ini. Aman...

Eitts... Eitts... 

Tiba tiba ada suara lain dalam diriku. Suara yang halus tapi jelas terdengar. Nuraniku bicara memberi pertimbangan atas akalku. Kusadari pemikiranku yang tadi adalah hasil dari akalku yang digerakan oleh nafsu (jing). Dengan kesadaranku sebagai hasil dari pembelajaran agama, kini Nuraniku yang merupakan hasil dari Watak Sejati (Xing) kini andil bicara menyeimbangi hasil olah akalku.

Suara Nuraniku mengingatkan pada Ajaran Zhong Yong : "Seorang susilawan berbuat sesuai dengan kedudukannya, ia tidak ingin berbuat luar dari padanya." 

Jleb banget di hati...

Dengan lapang dada aku tandatangani formulir isian sesuai dengan posisiku berkaitan dengan pendapatan. Akalku tak meronta, kalah telak dengan nuraniku. 

Mungkin inilah yang dinamai bimbingan Agama. //

Hubungi Kami

Perlu bantuan mengembangkan bisnis Anda?

Banyak perusahaan masih menjalankan bisnisnya hanya berdasarkan naluri atau kemampuan yang diwarisi secara turun-temurun. Mulailah bergerak maju untuk mengembangkan bisnis Anda!

Telepon:

+62 812.2635.0879

Email:

junziconsulting@gmail.com

Alamat:

Perum Griya Karang Indah Blok B5, Purwokerto