Mei 01, 2019

Mau Besar atau Kecil?

Fuhh... panas bener ya ibukota kita. Saya di Gambir, sedang tunggu kereta pulang ke Purwokerto, sehabis mengikuti kegiatan di Bogor selama 5 hari, dalam rangka Penyusunan buku untuk siswa berkebutuhan khusus. Boring juga, waktu menunjukan pukul 13.12 padahal jadwal kereta pukul 16.45. Cap cay deh...

Panggilan video di ponsel ku, dengan latar belakang Mei anak perempuanku, berbunyi. "Liat pah... ikan kita beranak," tanpa kata halo lagi Mei mengarahkan kamera ponselnya ke arah air di kolam rumahku.

Aku beringsut mencari tempat yang agak sepi, malu lah dikatain kampungan video call-an di tengah kerumunan orang orang, yang sepertinya akan lebih berpikir saya itu kampungan daripada memuji karena memanfaatkan teknologi canggih.

Melalui layar ponsel, kulihat titik kecil berwarna kuning, merah, dan silver bergerak lincah. "Itu pah, anak anak nya," Mei dengan semangat menunjukan.

"Mamahnya sehat, Mei?" tanyaku setengah berteriak karena kegaduhan Stasiun Gambir.

"Ya, Pah. Lagi kerja," jawab Mei.

Haduh, yang ditanya induk ikannya, bukan mamahnya Mei.

"Oh... kirain tanya mamah," jawab Mei tanpa mengalihkan posisi ponselnya tetap mengarah ke anak-anak ikan.

Aku memperhatikan lagi sejenak, kuluncurkan pertanyaan "Mei, coba ke kolam yang ada di kamar mandi papah. Papah pengen liat ikan yang di sana."

Layar ponsel ku kabur patah-patah ketika Mei bergerak menuju kamar mandiku.

"Tuh, Pah, keliatan gak?"

Sesaat kemudian, kulihat ikan ikan di kolam kamar mandiku. Bentuknya jauh lebih kecil dibandingkan ikan di kolam luar. Padahal aku ingat benar, belinya sama jenis ikannya, sama waktu belinya, sama penjualnya, dan awalnya sama besarnya. Kasih makan juga sama dengan makanan yang sama, di waktu yang sama. Tidak ada diskriminasi.

"Kok lain ya, Mei? Ini lebih kecil-kecil."

"Iya, ya," jawab Mei tanpa berusaha mencari jawabnya.

Tiba-tiba di kegaduhan stasiun Gambir yang panas, aku seperti menemukan pencerahan. Mereka, ikan-ikan ku yang awalnya bersumber sama, mengalami perbedaan ketika ditempatkan di tempat yang berbeda. Kolam luarku berukuran 2 x 2.5 m, dengan kedalaman 90 cm. Kolam di dalam kamar mandiku cuma berukuran 0.3 x 3 m, dengan kedalaman 10 cm. Rasanya perbedaan ini yang mengakibatkan perbedaan tumbuh kembang ikan ikan ku.

Terus bagaimana kehidupan manusia? Mungkin sama. Kalau kita membatasi pergaulan di "kolam" yang sempit, ya kita gak akan tumbuh besar, segitu-gitunya saja. Tapi kalo kita memperluas "kolam" dengan lebih banyak teman, lebih luas pandangan, dan lebih jauh wawasan, kita bisa berkembang lebih besar lagi.

Haruskah kita pindah "kolam?" Pindah dari kota kecilku Purwokerto menuju ke ibu kota Jakarta agar saya bisa lebih berkembang?
Begini jawabannya menurut Mencius, "Orang yang menurutkan bagian dirinya yang besar akan menjadi orang besar, yang hanya menurutkan bagian dirinya yang kecil akan menjadi orang kecil."
Kota di mana kita tinggal bukanlah halangan agar kita bisa menjadi lebih besar, melainkan bukalah hati kita menjadi lebih besar untuk dapat menerima kebesaran-Nya. //

Hubungi Kami

Perlu bantuan mengembangkan bisnis Anda?

Banyak perusahaan masih menjalankan bisnisnya hanya berdasarkan naluri atau kemampuan yang diwarisi secara turun-temurun. Mulailah bergerak maju untuk mengembangkan bisnis Anda!

Telepon:

+62 812.2635.0879

Email:

junziconsulting@gmail.com

Alamat:

Perum Griya Karang Indah Blok B5, Purwokerto